LIBURAN LIBURAN CERITA LIBURAN
Cerita liburan 3 hari
by cintan
Kampus
mengadakan liburan ke Malang, Jawa timur. Bukan liburan para mahasiswa dan
mahasiswi, melainkan liburan khusus dosen-dosen dan para pegawai. Oleh sebab
itu, mahasiswa dan mahasiswi diliburkan selama 3 hari (Jum’at, sabtu, dan
minggu). Mungkin dikelas-kelas fakultas lain, libur 3 hari itu dianggap bonus
liburan selain hari minggu. Berbeda dengan kelas kami, yang menganggap liburan
itu terkesan biasa-biasa saja. Karena perkuliahan kelasku yang hanya berlangsung dihari senin sampai kamis, jadi hari-hari
libur itu sama dengan jadwal yang diliburkan.
Liburan
pertama, hari jum’at. Capek masih terasa, dan masih terbayang sesak bus
semarang-surabaya yang menjadi teman perjalanan saya ke pati. Hari itu saya
banyak menghabiskan waktu bersama keponakan-keponakan. Rinjani, netta, trisya, azam, dll. Mulai dari makan mangga,
nonton tv, bahkan keliling desa sebeh melihat drum band. Hari itu mendung sangat tebal dan suasana terasa dingin. Kini
gerimis mengiringi perjalanan saya kerumah Bude. Disana saya dan keponakan
dibelikan capcin, dan jajanan ala-ala anak SD. Setelah sinar khas senja
menampakkan dirinya, saya menghantarkan keponakan dan pulang kerumah.
Liburan
kedua, hari sabtu. Suasana pagi yang dingin membuat tangan refleks menarik
selimut yang hangat. Tetapi, rasa nyaman itu hilang ketika ayam tetangga
berkokok dengan nyaring dan arogansinya. ”Haaaahhh…”
Hari ini saya memulai dengan beres-beres rumah
sendiri. Rumah terasa sepi, adek sekolah, ibuk pergi kerumah embah. Setelah
semuanya ku anggap rapi, saya menyusul ibuk kerumah embah. Sampai disana, saya hanya
diam karena merasa sangat lelah dan akhirnya tertidur. Suara adek terdengar memanggil, mendengar suara itu saya
terbangun.
Rupanya tasya (adeku) sudah pulang, pikirku. Kami kerap bertengkar saat
bersama, padahal setiap kami saling berjauhan kerap mengucapkan kata “aku kangen
dek, akukangen mbak”. Sangatlah berbeda saat kita berkumpul. Mbah kakung dan mbah
uti kerap menggoda kami, sang cucu kesayangan yang selalu ribut. Ledekan-ledekan,
mewarnai kebersamaan kami siang hingga sore saat berkumpul bersama saat itu.
Liburan
ketiga, hari minggu. Tidak ada aktivitas
khusus di hari minggu. Hari persiapan, apa saja yang akan saya bawa ke
semarang.
“Ibuk?”
Hari
minggu terlalu cepat. Rasanya baru kemarin sampai dirumah. Hari minggu merupakan
hari gelisah saya, karena harus balik semarang. Bantalku, gulingku, bonekaku,
kamarku, kursi-kursi, meja-meja, sudut seisi rumah, oh rumahku. Bukan mengeluh, tapi rasa
kangen suasana berkumpul bersama. Hal itu yang
membuat tidak ingin ada rasa untuk jauh-jauh
dari mereka. Aku sayang kalian!
Komentar
Posting Komentar